Gue waktu kecil suka banget sama dongeng kancil. Sampai-sampai gue jadi hobi baca buku karena dongeng hewan itu. Memang, masa kecil itu dimana imajinasi kita berkembang nggak terbatas, menembus nilai realitas orang dewasa. Baca cerita dimana hewan bisa ngomong, harimau yang nggak nafus lihat daging mentah berjalan, sampai beberapa tokoh hewan dinobatkan sebagai hewan bodoh dan pintar.
Waktu kecil, gue juga nonton film kartun kisah kancil. Dulu, pengen baget jadi kacil sebagai hewan tercerdik sebelantara hutan. Korban umum kancil biasanya buaya, harimau, dan ular. Tapi, kalah dengan pak Tani pemilik kebun timun. Masih ingat nggak?
Sampai gue gede-an dikit. Dengar ceramah, lalu dibilang dongeng kancil itu sebenarnya sebuah kesalahan. Memang pada dasarnya menghibur apalagi untuk anak-anak. Didalamnya ada nilai nggak mendidik, seperti berbohong dan menipu sebagai senjata menyelamatkan diri sendiri. Pantes Indonesia banyak koruptornya. Ada hubungannya nggak?
| sumber: kidsklik.com |
Kasihan banget si gajah. Gue berharap banget lubang itu kebanjuran, jadi gajah bisa mengapung hingga keatas. Gajah yang malang. Nah, ini salah satu sifat buruk kancil, persis kayak manusia. Pernah dengar istilah "makan kawan"? Kurang lebih bisa diibaratkan kayak gitu.
Cerita klasik selanjutnya si kancil yang pengen nyebrang sungai. Jadi, dia bohongi buaya dengan alasan si raja hutan mau adakan pesta besar, jadi dia mau menghitung jumlah buaya. Kancil menyuruh buaya berjajar sampai seberang sungai. Kancil mulai menghitung satu...dua...tiga... setelah berhasil sampai diseberang sungai lagi-lagi kancil tertawa jahat. "Hahahaha....." Berhasil menipu buaya!
| sumber: kidsklik.com |
Gue kasihan sama buaya. Udah lakukan sesuatu malah dibohongin. Tindakan kancil ini hampir mirip sama PHP. Semacam kasih harapan yang pada akhirnya sebuah penipuan. Mirip oknum politikus kayaknya. #miris.
Gue berharap, kancil bisa dipenjara untuk menebus segala kelicikkannya. Atau ketika kancil berniat menipu tiba-tiba dia celaka. Misal ketika berada didalam lubang, dia disengat kalajengking sebelum menipu gajah. Kepleset waktu menghitung buaya dan dimakan sama piranha. Kalau begini kan endingnya enak. Setujukan sama gue?
Saran : kalau nanti loe punya anak atau adik, jangan biarkan cerita ini didengar oleh mereka. Lebih baik ceritakan saja hal-hal yang berbau heroik untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab.



Hahaha, baru kali ini pikiran gue terbuka kalo si kancil itu PHP. :)
ReplyDeletekancil emang tukang boong ye, kalo gue pnya anak gue bakalan cerita pas gue di tolak mulu sama cewe *eh
ReplyDeletesaya khawatir kalau anak yang nggak mengerti malah belajar berbohong kayak kancil.
ReplyDelete*artikel barunya belum muncul sob. Kontributor-nya lagi merancang artikel hehehe
Isi dari produk anak-anak itu kebanyakan emang nggak bener, soalnya dibuat seringan mungkin supaya anak-anak bisa mudah mengerti. Dan berimajinasi, kalau diterapkan pada masa remaja ya salah total. Lhaa wong iku crito gawe arek cilik, piye toh =))
ReplyDeleteCeritain apa dong kalo gitu?
ReplyDeletejadi intinya jangan pacaran sama kancil?
ReplyDeleteeh itu bang, paragraf 2, petani timun, bukan timus.. timus mah gorengan dari ubi :D
Kesimpulannya dari postingan ini, pasti kesel sama yang namanya kancil :p wkwk
DeleteIntinya jangan main game sama kancil, soalnya dia nanti pake cheat :D
ReplyDeleteitu mah temennya si kancil aja yang gak pinter.. padahal kalo dipikir-pikir, omongannya si kancil kan rada gak masuk akal..
ReplyDelete